Silaturahmi Idul Fitri 2026: Kehadiran Stan Angkringan dan Kuliner Khas Yogyakarta
Di tengah suasana perayaan Idul Fitri 2026, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY kembali menggelar acara silaturahmi yang diadakan di Kepatihan Yogyakarta. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk bertemu dengan pemimpin daerah serta merayakan momen kebersamaan dengan penuh kesederhanaan.
Pemandangan yang Menggugah Selera
Di halaman depan Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bangsal Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (30/3/2026), deretan gerobak angkringan, soto, dawet, dan aneka minuman tradisional khas Yogyakarta berjajar rapi. Ribuan warga rela menunggu sejak pagi hari untuk hadir dalam acara yang dihadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X.
Pemandangan ini mencerminkan kebersamaan antara masyarakat dengan para pemimpin daerah. Tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, acara ini juga menjadi wajah baru dari interaksi antara Pemda DIY dengan masyarakat.
Strategi Pemda DIY untuk Meningkatkan Ekonomi Rakyat
Setelah sempat ditiadakan pada tahun sebelumnya, Pemda DIY kembali menggelar acara silaturahmi ini dengan konsep yang lebih sederhana. Tradisi jamuan prasmanan yang biasanya digelar pada tahun-tahun sebelumnya kini digantikan oleh pemberdayaan pedagang kecil.
Pelibatan puluhan pedagang kecil merupakan strategi Pemda DIY untuk memastikan perputaran roda ekonomi di tingkat bawah. Salah satu pedagang yang ikut ambil bagian adalah Parjono, pedagang angkringan asal Gunungkidul. Ia menyajikan aneka menu seperti nasi kikil, nasi oseng tempe, nasi sambel teri, gorengan, dan sate.
Parjono tidak bekerja sendiri, ia melibatkan tetangganya untuk memasok makanan guna berbagi rezeki. “Baru pertama kali ini, Alhamdulillah ya rombongan kami dilibatkan diundang ketua panitia. Kami bersyukur diajak, ke sini. Saya gandeng UMKM di sekitar lingkungan saya. Saya gandeng UMKM di sekitar kami, jadi berdampak ke masyarakat sekitar,” ujar Parjono.
Antusiasme dari Berbagai Pedagang
Antusiasme serupa diutarakan oleh Gunarto, pedagang soto yang biasa berjualan di Plengkung Wijilan. Usai ditawari oleh panitia, ia langsung menyiapkan 300 porsi soto ayam untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir. “Kemarin siang kami persiapan. Pagi tadi meluncur ke sini,” ujar Gunarto.
Makna Ganda dalam Acara Silaturahmi
Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya (Koordinator Humas) IKP Dinas Kominfo DIY, Ditya Nanaryo Aji, menjelaskan bahwa acara ini memiliki makna ganda. Selain merayakan Idul Fitri, momentum ini sekaligus memperingati Hari Jadi ke-271 DIY.
“Ini kesempatan masyarakat untuk bisa bertemu Gubernur dan Wakil Gubernur. Hari jadi DIY di tanggal 13 Maret kemarin, kan masih dalam suasana Ramadhan. Jadi ini kita bungkus, jadikan satu di tanggal 30 besok dengan tajuk Silaturahmi Idul Fitri 2026,” jelas Ditya.
Pelibatan UMKM untuk Perekonomian Rakyat
Lebih lanjut, Ditya memaparkan bahwa pelibatan puluhan pedagang kecil merupakan strategi Pemda DIY untuk memastikan perputaran roda ekonomi di tingkat bawah. “Kami menggandeng UMKM. Bentuknya nanti akan ada angkringan yang disediakan untuk masyarakat dengan jumlah sekitar 70 UMKM. Jadi, 70 itu angkringan, gerobak, dan UMKM. Kita kembalikan dari masyarakat untuk masyarakat dengan menggandeng UMKM. Semangatnya silaturahmi dengan kesederhanaan, dan harapannya ekonomi juga tetap berputar,” tambahnya.
Aturan yang Ditetapkan Panitia
Meski terbuka untuk umum, Pemda DIY memberlakukan sejumlah aturan ketat demi menjaga ketertiban dan kelancaran acara. Warga hanya diperkenankan bersalaman dengan Sri Sultan HB X, GKR Hemas, KGPAA Paku Alam X, serta Gusti Putri. Selain itu, pengunjung diwajibkan berpakaian sopan dan dilarang mengenakan sandal.
Guna menghindari antrean yang mandek, warga juga dilarang melakukan swafoto (selfie) atau merekam video secara mandiri saat bersalaman. “Nanti ada tim dari Humas Pemda yang akan mengambil foto. Hasilnya akan dibagikan ke masyarakat melalui link untuk di-download,” pungkas Ditya.










