Kekhawatiran Masyarakat Makassar terhadap Kenaikan Harga BBM
Di tengah situasi ekonomi yang dinilai belum stabil, masyarakat di Makassar mulai merasa khawatir terhadap wacana kenaikan harga BBM, khususnya BBM subsidi. Meskipun hingga Minggu (29/3/2026), harga BBM nonsubsidi masih tetap stabil, kekhawatiran ini sudah mulai dirasakan oleh banyak warga.
Pantauan di SPBU Jalan Pengayoman menunjukkan bahwa harga Pertamax masih berada pada kisaran Rp 12.600 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo dijual dengan harga Rp 13.350 per liter. Untuk Pertamina Dex dan Dexlite, masing-masing dijual dengan harga Rp 14.800 dan Rp 14.500 per liter. Di sisi lain, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih bertahan di kisaran Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.
Antrean Panjang dan Keresahan Warga
Antrean kendaraan roda empat mendominasi pengisian BBM di SPBU tersebut. Bahkan antrean mengular hingga ke Jalan Pengayoman, meski tidak menyebabkan kemacetan yang parah. Mayoritas pengendara memilih untuk mengisi Pertalite dan Pertamax. Namun, di balik kondisi harga yang masih stabil, rasa was-was mulai muncul di kalangan masyarakat.
Seorang pengendara bernama Ryan menyampaikan keberatannya jika harga BBM kembali naik. Ia menilai kenaikan harga BBM akan berdampak luas, baik pada biaya transportasi maupun harga bahan pokok. “Efeknya ke mana-mana. Semua sektor pasti kena,” tambahnya.
Keluhan dari Pengendara Lain
Keluhan serupa disampaikan oleh pengendara lain, Anto. Ia secara tegas menyatakan penolakan terhadap kenaikan harga BBM subsidi. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini belum pulih, sehingga kenaikan harga BBM justru akan memberatkan masyarakat kecil. “Kami ini yang paling terasa dampaknya. Harga kebutuhan pasti ikut naik,” ujarnya.
Persiapan Langkah Hemat
Jika kenaikan harga BBM tak terhindarkan, warga mulai menyiapkan langkah antisipasi. Ryan mengaku akan mengurangi penggunaan mobil dan beralih ke sepeda motor atau transportasi umum. “Harus cari cara tekan pengeluaran. Mungkin pakai kendaraan lain,” katanya.
Dampak Konflik Global
Kekhawatiran kenaikan harga BBM tidak lepas dari situasi global. Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia. Situasi ini dapat berdampak pada kebijakan energi dalam negeri.
Harapan ke Pemerintah
Warga berharap pemerintah bisa mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga BBM dan menjamin pasokan energi. Ryan juga menyoroti kabar dua kapal Indonesia yang tertahan di Selat Hormuz. Ia meminta pemerintah segera melakukan negosiasi agar kapal tersebut bisa kembali. “Harus ada solusi cepat. Jangan sampai berdampak ke dalam negeri,” ujarnya.
Selain itu, ia berharap Indonesia bisa lebih mandiri dalam pengelolaan energi. “Kalau bisa swasembada, kita tidak terlalu bergantung pada kondisi luar,” pungkasnya.
Stabilitas Harga BBM di Kabupaten Sinjai
Isu kenaikan harga BBM belum berdampak di Kabupaten Sinjai. Wilayah ini berjarak sekitar 220 kilometer dari Kota Makassar dengan luas wilayah 819,96 km dan jumlah penduduk 259.478 jiwa. Harga BBM di daerah julukan Bersatu ini masih terpantau stabil.
Pengelola SPBU 74.926.45 Lita, Ridwan Anis, memastikan tidak ada kenaikan harga maupun pengurangan pasokan dari Pertamina. SPBU ini terletak di Jl Petta Ponggawae, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara.
“Tidak ada kenaikan harga BBM subsidi maupun non-subsidi,” kata Ridwan, Minggu (29/3/2026). Ia juga menegaskan distribusi BBM masih berjalan normal. “Alhamdulillah, stok dari Pertamina sampai saat ini masih seperti biasa,” ujarnya.
Kenaikan Harga BBM Eceran
Sementara itu, harga BBM eceran di Sinjai mengalami kenaikan. Jenis Pertamax dan Pertalite yang dijual pengecer di Kecamatan Sinjai Utara naik signifikan. Pertamax kini dijual Rp19 ribu per botol, naik dari Rp15 ribu. Pertalite naik dari Rp13 ribu menjadi Rp15 ribu per botol.
Seorang konsumen berinisial AN mengaku membeli Pertamax eceran Rp19 ribu. “Kemarin saya beli Pertamax di Bongki harganya Rp19 ribu per botol,” katanya. AN terpaksa membeli BBM eceran karena antrean panjang di SPBU. “Kalau tunggu di SPBU bisa berjam-jam,” ujarnya. Ia menuturkan kenaikan harga eceran cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada kendaraan setiap hari. “Kalau terus begini tentu sangat terasa. Mau tidak mau tetap beli karena dipakai untuk aktivitas,” katanya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











