"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

Ijab Kabul Berakhir Tangis Usai Pengantin Masuk Jurang di Bengkulu Tengah

Kecelakaan Maut yang Mengguncang Pesta Pernikahan

Pada hari Minggu (29/3/2026) pagi, sebuah kecelakaan maut terjadi di Desa Layang Lekat, Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah. Kecelakaan tersebut menimpa rombongan pengantin yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi akad nikah. Mobil pickup L300 yang membawa rombongan tersebut terjun ke jurang, menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Rombongan Pengantin Terlibat Kecelakaan

Kecelakaan terjadi saat delapan kendaraan yang mengiringi rombongan pengantin melintas di Desa Layang Lekat. Salah satu mobil pickup L300 yang dikemudikan oleh Ansori terlibat kecelakaan. Saat melintas di tikungan dan turunan, kendaraan diduga kehilangan kendali dan masuk ke jurang sedalam kurang lebih 20 meter. Mobil tersebut terbalik dan terguling ke dalam jurang.

Dalam kecelakaan ini, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, yaitu Ansori (sopir), Ja, dan Ma. Sementara itu, korban lainnya mengalami luka berat dan ringan. Korban yang terluka antara lain Warni, Salsabila, Aisa Putri, dan Erma Wati. Seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit dan puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.



Rombongan Pengantin Masuk Jurang

Duka Mengiringi Prosesi Akad Nikah

Kejadian ini membuat suasana yang awalnya dipenuhi kebahagiaan berubah menjadi kepanikan. Acara akad nikah yang seharusnya dimulai pada pukul 09.00 WIB harus ditunda. Ayah kandung pengantin pria juga mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Hal ini memaksa pengantin pria untuk langsung menuju rumah sakit untuk mengantarkan para korban, termasuk ayahnya.

Setelah situasi mulai terkendali, pengantin pria kembali menuju ke kediaman pengantin wanita di Desa Bajak II untuk melangsungkan akad nikah yang sempat tertunda. Akad nikah akhirnya dilaksanakan sekitar pukul 11.00 WIB secara sederhana dengan nikah siri terlebih dahulu karena adanya kendala administrasi pada dokumen dari pengadilan.

Prosesi Ijab Kabul Berlangsung Dengan Kesedihan

Meski dalam kondisi emosional, pengantin pria tetap menjalankan ijab kabul. Prosesi berlangsung lancar, meskipun suasana dipenuhi kesedihan. “Pengantin pria tetap kuat melaksanakan ijab kabul, meskipun sambil menangis,” ungkap Kepala Desa Bajak II, Ajisran.

Usai prosesi akad, kedua mempelai tidak melanjutkan rangkaian resepsi. Mereka langsung menuju rumah duka untuk memberikan penghormatan kepada para korban kecelakaan. Setelah itu, acara pun dibubarkan.

Pernikahan Resmi Dilangsungkan Di KUA

Tiga hari setelah kejadian, pasangan tersebut kembali melangsungkan pernikahan secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) Merigi Kelindang pada Rabu (1/4/2026). Peristiwa ini menjadi potret pilu bagaimana kebahagiaan harus berjalan berdampingan dengan duka, namun tetap dijalani dengan ketegaran oleh kedua mempelai dan keluarga.

Penyebab Kecelakaan dan Imbauan Polisi

Menurut informasi dari Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Totok Handoyo melalui Kasat Lantas AKP Catur Teguh Susanto, kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal yang melibatkan satu unit mobil pickup L300. Kendaraan mengalami out of control saat melintas di tikungan dan turunan, kemudian masuk ke jurang.

Polisi juga mengimbau para pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur menikung dan menurun seperti di lokasi kejadian. “Pengendara diharapkan selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur rawan kecelakaan,” tutupnya.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *