"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

Pemotor Lawan Arah di Flyover Purwosari Viral, Dishub Solo Tambah Water Barrier?

Kebiasaan Pemotor Lawan Arah di Flyover Purwosari Mengundang Kekhawatiran

Kawasan Flyover Purwosari di Kota Solo kembali menjadi perhatian setelah viralnya video yang menunjukkan sejumlah pengendara sepeda motor nekat melanggar aturan lalu lintas. Video tersebut menampilkan pemotor yang berlawanan arah, dari utara ke selatan, meskipun jalan tersebut tidak dirancang untuk arah tersebut. Tindakan ini dinilai sangat berbahaya dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Menurut laporan dari media sosial, khususnya akun Instagram @Soloinfo, video tersebut diunggah pada Senin (6/4/2026). Dalam video tersebut terlihat sejumlah pengendara sepeda motor yang melaju dari arah barat Flyover Purwosari dan langsung menyusuri jalur lawan arah untuk berbelok menuju selatan. Hal ini mencerminkan kurangnya kesadaran masyarakat akan aturan lalu lintas dan risiko yang bisa terjadi.

Penjelasan dari Dishub Solo

Menanggapi kejadian ini, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Andri Wahyudi mengakui bahwa pelanggaran lalu lintas di kawasan tersebut sering terjadi meski sudah ada aturan dan pembatas jalan. Menurutnya, Flyover Purwosari telah diatur dengan sistem pemisahan jalur untuk kendaraan angkutan barang maupun penumpang. Namun, banyak pengguna jalan masih nekat melanggar aturan.

“Flyover Purwosari ini kan sudah diatur paket keberadaan angkutan barang angkutan orang baik AKAP ataupun AKDP, ini kan kendaraan yang melintas baik dari Barat maupun Timur itu kan sebenarnya sudah dipilah jalurnya. Dan sudah ada pemargaan jalannya,” ujar Andri.

Ia juga menambahkan bahwa beberapa pengendara tetap melakukan pelanggaran dengan langsung belok ke selatan atau utara tanpa mematuhi jalur yang ditentukan.

Upaya Penanganan oleh Dishub

Untuk mengurangi jumlah pelanggaran, Dishub Solo sebelumnya telah melakukan intervensi dengan menambahkan water barrier di sekitar kawasan Flyover Purwosari. Meski demikian, langkah tersebut belum sepenuhnya efektif karena masih ada pemotor yang nekat melanggar aturan.

“Dulu sebelum ada water barrier yang ada di tengah-tengah itu itu masih banyak masyarakat yang langsung belok ke selatan maupun ke utara. Itulah kenapa kita pasang water barrier di kawasan seputaran Purwosari. Tapi sebenarnya sudah jelas peraturannya kendaraan yang melintas dari Barat ke Timur maupun ke timur ke barat itu sesuai dengan jalurnya,” kata Andri.

Rencana Tambahan Water Barrier

Atas dasar kekhawatiran akan terus meningkatnya pelanggaran, Andri mengatakan pihaknya berencana menambah pembatas jalan atau water barrier hingga ke atas flyover Purwosari. Namun, rencana tersebut masih dalam proses koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Terkait dengan itu kita sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menambah water barrier lagi. Sebenarnya dari segi aturan di atas flyover kalau ditambahi water barrier seperti itu apakah diizinkan atau tidak. Karena keberadaan sarpras di atas flyover itu merupakan kewenangan PU,” tambahnya.

Kesimpulan

Permasalahan pengendara sepeda motor yang melanggar aturan lalu lintas di Flyover Purwosari menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap aturan lalu lintas masih rendah. Meskipun telah ada pembatas jalan dan regulasi yang jelas, masih banyak pengendara yang nekat melanggar. Untuk mengatasi hal ini, pihak terkait perlu terus meningkatkan sosialisasi serta memperkuat penegakan aturan agar keamanan dan keselamatan berkendara dapat terjamin.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *