"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Kisah kegagalan pelarian tahanan narkoba, PPA, dan pencurian di Polres Bangka

Peristiwa Pembebasan Dini Hari yang Mencurigakan

Pada dini hari, suasana yang biasanya tenang di sekitar kompleks tahanan Polres Bangka mendadak berubah. Bukan suara keributan atau teriakan, melainkan gonggongan anjing yang tak biasa, panjang, berulang, dan mencurigakan.

Dari balik jendela rumahnya yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari gedung tahanan, Olla terbangun. Jam menunjukkan sekitar pukul 03.30 WIB.

“Sekitar jam setengah empat saya terbangun, karena anjing di belakang rumah gonggong terus. Lama sekali, kurang lebih 30 menit. Biasanya tidak pernah selama itu,” ujarnya.

Ia tidak menyadari bahwa pada saat yang sama, delapan tahanan dari berbagai kasus—narkoba, perlindungan perempuan dan anak (PPA), hingga pencurian—sedang merancang pelarian yang mereka kira akan menjadi jalan bebas. Namun, pelarian itu justru menjadi awal dari perburuan cepat yang berakhir kurang dari dua hari.

Pelarian tersebut baru disadari petugas menjelang subuh. Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya Putra, menyebut informasi pertama datang dari tahanan lain.

“Teriakan para tahanan membuat petugas mengetahui adanya yang melarikan diri,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan, satu batang teralis ditemukan telah digergaji, celah kecil yang menjadi pintu kebebasan sementara bagi delapan orang tahanan.

“Kita cek TKP, ada satu batang teralis yang digergaji oleh tahanan yang kabur tersebut,” katanya.

Gergaji itu diduga diselundupkan saat jam besuk. Dugaan kelalaian pun muncul.

“Memang selalu diperiksa terhadap pembesuk, mungkin disini juga ada kelalaian, petugas piket khususnya pada saat jam besuk sehingga ada beberapa alat yang tidak sengaja masuk ke dalam sel tahanan,” ucapnya.

Bahkan, muncul informasi adanya tahanan yang memiliki akses terhadap kunci sel.

“Memang ada informasi seperti itu, ini masih kita dalami apakah ada keterkaitan salah satu yang memegang kunci. Ini masih kita dalami dan juga kita lakukan pemeriksaan-pemeriksaan secara intensif,” imbuhnya.

Di luar sel, jalur pelarian diduga mengarah ke belakang kompleks, area yang berbatasan dengan perkuburan dan memiliki akses terbuka.

“Kalau menurut saya mereka lewat belakang, arah kuburan. Jalannya terbuka dan mudah dilewati,” kata Olla.

Ia meyakini para tahanan tidak melewati bagian depan rumahnya.

“Kalau lewat depan, pasti ketahuan. Anjing pasti lebih ribut lagi,” katanya.

Menariknya, tidak ada suara langkah kaki atau keributan lain yang terdengar malam itu.

Tidak ada suara orang atau keramaian, hanya anjing itu saja yang terus menggonggong,” ujarnya.

Penangkapan Beruntun dalam Dua Hari

Namun kebebasan itu hanya seumur jagung.

Satu per satu tahanan mulai tertangkap. M. Takfin bahkan menyerahkan diri hanya beberapa jam setelah kabur. Hari Darma diringkus di Mentok saat diduga hendak menyeberang melalui Pelabuhan Tanjung Kalian.

Yang lain berpencar, ada yang bersembunyi di hutan Sungailiat, ada yang bergerak ke Belinyu, hingga Koba.

Di tengah pelarian, satu tahanan justru kembali melakukan kejahatan. Weli, tersangka pencurian, mencuri sepeda motor untuk melarikan diri.

Namun langkahnya terhenti.

Ia ditangkap di Koba, Bangka Tengah, setelah identitasnya dipastikan melalui sidik jari.

“Begitu pelaku diamankan, tim langsung melakukan identifikasi. Hasilnya mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan adalah tahanan Polres Bangka yang kabur,” ujar Kapolres Bangka Tengah, AKBP I Gede Nyoman Bratasena.

Perburuan berlangsung cepat dan terkoordinasi. Tim gabungan dari berbagai satuan bergerak serentak menyisir Pulau Bangka.

Puncaknya terjadi pada Kamis malam (9/4/2026). Dua tahanan terakhir, Anugrah dan Rosi Aprianto, berhasil diringkus hanya selisih dua jam.

“Iya sudah tertangkap semua, Alhamdulillah,” kata Kasi Humas Polres Bangka, AKP Era Anggarini.

Ia menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil sinergi aparat dan masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan tertangkapnya Anugrah dan Rosi, maka seluruh tahanan yang melarikan diri sudah berhasil kita amankan kembali,” ujarnya.

Kurang dari 2×24 jam, kisah pelarian delapan tahanan itu pun berakhir.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *