"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Curhatan Bu Guru Sitti: Mental Mama Tak Tahan Lagi

Kasus Bullying Guru di SD Negeri Pulau Sebatik: Kekerasan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Seorang guru agama di Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, diduga menjadi korban bullying dan penganiayaan oleh oknum kepala sekolah. Kejadian ini menimpa Sitti Halimah, seorang guru yang kini harus menjalani perawatan medis akibat tindakan tidak manusiawi yang dialaminya.

Korban mengungkapkan bahwa ia mengalami berbagai bentuk intimidasi, termasuk pengucilan dari lingkungan kerja, hingga dilarang mengikuti kegiatan sekolah. Selain itu, hak tunjangan sertifikasi senilai Rp45 juta juga tidak cair karena tidak diberikannya tanda tangan (TTD) untuk kelengkapan berkas. Hal ini menyebabkan kondisi mentalnya semakin memburuk hingga akhirnya membutuhkan perawatan medis.

Peristiwa Viral di Media Sosial

Kasus ini viral setelah unggahan foto dan pesan pilu dari Sitti Halimah beredar di media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat perempuan yang mengenakan pakaian guru dan berkerudung cokelat terbaring lemas di atas ranjang perawatan dengan selang infus di wajahnya. Unggahan ini langsung mendapat respons tajam dari masyarakat, yang mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah.

Dalam curahan hatinya, Sitti Halimah menyampaikan pengalaman buruk yang dialaminya. Ia mengatakan bahwa ia dilarang masuk ke ruang kantor guru dan hanya diperbolehkan istirahat di perpustakaan tanpa fasilitas apa pun. Ia juga tidak diberi akses ke grup sekolah dan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan kegiatan sekolah.

Tanggapan dari Pihak Terkait

Hingga saat ini, Kepala Sekolah SDN 001 Sebatik Tengah belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan singkat tidak berhasil mendapatkan balasan. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

“Saya belum bisa berkomentar,” ujarnya melalui pesan WhatsApp. “Kita masih selidiki kejadiannya seperti apa.”

Kecaman dari Ikatan Alumni STIT IKN

Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Ibnu Khaldun Nunukan (IKA STIT IKN) mengecam tindakan yang diduga dilakukan oleh kepala sekolah tersebut. Ketua IKA STIT IKN, Bakhrul Ulum, menyatakan bahwa tindakan tersebut melampaui batas kewenangan dan merendahkan martabat guru.

Bakhrul menegaskan bahwa guru adalah profesi yang terhormat dan bukan objek penindasan. Oleh karena itu, segala bentuk intimidasi, baik secara lisan maupun tulisan, serta perlakuan yang tidak manusiawi atau dzalim terhadap Sitti Halimah dinilai tidak dapat dibenarkan.

Permintaan Investigasi dan Sanksi Tegas

IKA STIT IKN secara tegas menolak setiap kebijakan sepihak yang diambil tanpa melalui mekanisme musyawarah. Kebijakan tersebut termasuk mutasi internal yang bersifat punitif, penahanan hak finansial, hingga pemberian beban kerja yang tidak rasional.

IKA STIT IKN menuntut adanya perlindungan terhadap profesi guru, khususnya bagi guru yang menjadi korban kesewenang-wenangan. Mereka juga mendesak Dinas Pendidikan Nunukan untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh dan memberikan sanksi tegas terhadap kepala sekolah yang bersangkutan.

Solidaritas dan Harapan

Selain itu, IKA STIT IKN mengajak seluruh elemen, mulai dari orang tua siswa, alumni, hingga masyarakat, untuk bersolidaritas. Menurut Bakhrul, pendidikan yang berkualitas tidak akan pernah lahir dari kepemimpinan yang otoriter dan dzalim.

“Ini bukan tentang perlawanan terhadap institusi, melainkan perlawanan terhadap perilaku yang merusak institusi. Kami tidak akan mundur hingga keadilan ditegakkan dan martabat Ibu guru Sitti Halimah dikembalikan,” tegasnya.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *