Program Sekolah Rakyat Menjadi Perhatian Utama
Program Sekolah Rakyat kembali menjadi pusat perhatian setelah Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pentingnya integritas data dan perlindungan anak sebagai fondasi utama pendidikan di Sekolah Rakyat. Hal ini disampaikan dalam Dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat di SRT 47 Malang, yang berlangsung di UPT BLK Singosari.
Hadir dalam Dialog
Dialog tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Malang Latifah Shohib, para pendamping sosial, tenaga pendidik, orang tua dan siswa dari SRT 47 Malang, serta tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa peserta didik yang menjadi siswa di Sekolah Rakyat adalah mereka yang masuk dalam desil 1 dan 2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Ia menekankan bahwa ketegasan ini diperlukan agar kebijakan pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan berjalan tepat sasaran.
“Tidak boleh ada titipan, semua basisnya adalah data. Semua yang ada disini hanya untuk keluarga istimewa,” ucapnya.
Penghargaan kepada Pendamping Sosial
Gus Ipul juga menyampaikan terima kasih kepada pendamping yang hadir karena telah mendata dan memverifikasi calon peserta didik dengan baik. “Terima kasih telah mendata dengan baik, bapak ibu mereka lah yang datang langsung ke rumah bapak dan ibu semua,” urainya. Ia juga mengingatkan untuk tidak menerima titipan dan jika melanggar akan dikenai sanksi.
Selain itu, ia juga berterima kasih kepada Tagana yang bertugas sebagai petugas keamanan di Sekolah Rakyat. “Jaga dengan baik anak-anak kita ya,” ucapnya.
Struktur Sekolah Rakyat
SRT 47 Malang masuk dalam pembangunan 1C yang mulai beroperasi sejak 30 September 2025. Sekolah ini terdiri dari dua jenjang yaitu jenjang SD dan SMA serta memiliki empat rombel. Tiga rombel tingkat SMA dengan jumlah siswa 66 dan satu rombel tingkat SD sebanyak 25 siswa.
Keamanan dan Perlindungan Anak
Gus Ipul juga menyampaikan bahwa di Sekolah Rakyat tidak boleh ada perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi. Ia menegaskan bahwa anak-anak di Sekolah Rakyat akan dibimbing oleh guru dan wali asuh. “Anak-anak di Sekolah Rakyat itu ada yang bisa bahasa Inggris tapi juga ada yang belum bisa membaca, tidak usah kecil hati semua akan kami bimbing,” urainya.
Ia menambahkan, seluruh keluarga Sekolah Rakyat akan mendapat bantuan sosial lengkap maksimal lima tahun, mendapat jaminan kesehatan melalui PBI-JK, menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, masuk dalam prioritas program 3 juta rumah, dan diberdayakan. “Siswanya lulus SMA, keluarganya naik kelas. Tidak lagi bergantung pada bansos, tapi pemberdayaan. Semangat?” tanya Gus Ipul. “Semangat!” jawab seluruh orang tua siswa.
Penampilan Bakat Siswa
Dalam kegiatan dialog tersebut, para siswa Sekolah Rakyat di SRT 47 Malang secara bergantian menampilkan bakat mereka. Mulai dari tarian tradisional, penampilan silat, pidato dua bahasa, baca puisi hingga paduan suara. Riuh tepuk tangan mewarnai setiap penampilan para siswa sebagai bentuk kebanggan.
Kebanggaan itu juga terlihat dari orang tua yang hadir. Para orang tua tampak antusias mengabadikan momen penampilan dari anak-anak mereka.
Momen Haru dan Doa
Ditengah dialog, momen haru juga terjadi saat Gus Ipul memimpin para siswa untuk memberikan hormat kepada para orang tua. “Siapapun orang tuamu, semuanya harus dihormati dan disayangi. Sekolah Rakyat mewajibkan siswanya untuk menghormati orangtuanya,” tegas Gus Ipul.
Dialog ditutup dengan doa yang dipimpin salah satu orang tua siswa, berisi harapan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang membanggakan serta SRT 47 terus berkembang menjadi sekolah unggul yang melahirkan kader masa depan Indonesia.











