"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

Tiga Kebakaran Kapal Terjadi di ASL Shipyard Batam dalam Dua Tahun, Terbaru 25 Januari 2026

Kebakaran Kapal di PT ASL Shipyard Batam: Sejarah Kecelakaan yang Berulang

PT ASL Shipyard, sebuah perusahaan galangan kapal di Batam, kembali menjadi tempat kejadian kebakaran kapal pada Minggu (25/1/2026). Insiden ini terjadi di kawasan PT ASL Shipyard yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji. Ini bukanlah kejadian pertama kali, melainkan yang ketiga kalinya dalam dua tahun terakhir. Dalam kurun waktu 2025 hingga 2026, tercatat setidaknya tiga kali kebakaran kapal atau insiden serupa terjadi di lokasi tersebut.

Berikut adalah timeline kebakaran kapal di PT ASL Shipyard Batam dari tahun 2025 hingga 2026:

24 Juni 2025 – Kebakaran Pertama di Kapal Federal II

Pada tanggal 24 Juni 2025, kebakaran pertama terjadi di kapal tanker Federal II yang sedang diperbaiki di galangan PT ASL Shipyard. Kejadian ini terjadi sekira pukul 14.15 WIB. Api muncul saat pekerja tengah melakukan proses perbaikan kapal.

Dalam kecelakaan kerja ini, sembilan orang dilaporkan menjadi korban. Empat orang meninggal dunia, dan lima lainnya luka-luka. Setelah penyelidikan, polisi menetapkan dua tersangka dalam kejadian ini. Mereka adalah inisial A dan F, yang merupakan pihak internal perusahaan di bagian Health, Safety, and Environment (HSE) atau Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, menyatakan bahwa kedua tersangka telah ditahan di Mapolresta Barelang. Berkas perkara sedang dilengkapi sebelum dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Batam.

15 Oktober 2025 – Kebakaran Kedua di Kapal Federal II

Insiden kebakaran kapal kedua terjadi pada 15 Oktober 2025, sekira pukul 04.00 WIB. Kapal yang terbakar adalah kapal yang sama dengan kejadian sebelumnya, yakni kapal Federal II. Kebakaran terjadi saat kapal sedang dalam docking atau perbaikan oleh pekerja.

Dalam kejadian ini, 31 pekerja dilaporkan menjadi korban. 14 orang meninggal dunia, dan 17 lainnya luka-luka. Polisi menetapkan tujuh tersangka dalam kejadian ini, yang terdiri dari empat WNA dan tiga WNI. Semua tersangka sudah dicekal untuk mencegah mereka melarikan diri ke luar negeri.

Meskipun semua tersangka sudah dicekal, hingga Januari 2026, mereka belum ditahan. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta sikap kooperatif para tersangka selama proses pemeriksaan.

25 Januari 2026 – Kebakaran Ketiga di Kapal Elsa Regent

Kebakaran kapal ketiga terjadi pada 25 Januari 2026, menjadi kebakaran pertama di PT ASL pada tahun 2026. Kapal Elsa Regent terbakar di kawasan PT ASL Shipyard sekira pukul 14.00 WIB.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau, Diky Wijaya, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kapal diketahui tidak sedang beroperasi dan dalam kondisi kosong saat kebakaran terjadi.

“Crew kapal nihil. Tidak ada korban luka maupun meninggal dunia karena kapal memang kosong,” ujarnya. Diky menambahkan bahwa kapal Elsa Regent merupakan kapal muatan minyak mentah milik anak perusahaan Pertamina Indonesia. Saat ini, pengawas masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Kapal tersebut diketahui belum menjalani aktivitas pekerjaan dan masih berada di area PT ASL saat insiden terjadi.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *