Penyebaran Terbatas di Semenanjung Malaysia dan Thailand
Bell’s forest dragon, atau secara ilmiah dikenal dengan nama Gonocephalus bellii, adalah spesies kadal yang termasuk dalam keluarga Agamidae. Spesies ini tinggal di hutan-hutan Asia Tenggara dan memiliki penampilan menyerupai naga kecil dengan duri panjang di punggung serta kepala berbentuk segitiga. Nama spesies ini diambil dari zoologis Inggris, Thomas Bell, sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya dalam bidang ilmu hewan.
Bell’s forest dragon hanya tersebar di wilayah tertentu, yaitu Semenanjung Malaysia dan Thailand. Mereka dapat ditemukan di daerah seperti Perak, Pahang, Selangor, dan Malacca. Namun, mereka tidak ditemukan di Borneo. Distribusi yang terbatas ini menunjukkan bahwa mereka sangat bergantung pada iklim tropis yang stabil dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun.
Habitat Ideal di Hutan Pegunungan yang Lembut
Habitat alami dari Bell’s forest dragon berada di hutan pegunungan pada ketinggian 1.000 hingga 1.800 meter di atas permukaan laut. Sebagai hewan arboreal, mereka sering ditemukan di dahan pohon yang dekat dengan aliran air. Lingkungan yang sejuk dan lembap sangat mendukung siklus hidup mereka, sekaligus memberikan perlindungan alami dari suhu ekstrem di dataran rendah.
Ciri Fisik Unik untuk Penyamaran dan Menarik Pasangan
Bell’s forest dragon memiliki panjang tubuh sekitar 32 sentimeter dengan warna dasar cokelat zaitun yang berfungsi sebagai kamuflase sempurna di antara batang pohon. Ciri fisik yang paling menonjol adalah nuchal dan dorsal crest berupa deretan duri tebal di sepanjang kepala hingga punggung. Jantan dewasa juga memiliki kantong tenggorokan atau dewlap berwarna biru cerah hingga ungu muda yang digunakan untuk menarik perhatian betina saat musim kawin.
Kebiasaan Makan Serangga di Atas Kanopi Hutan
Sebagai hewan insektivora, Bell’s forest dragon memangsa berbagai jenis serangga seperti ulat, semut, lalat, dan kecoa. Mereka menggunakan strategi berburu pasif dengan cara berdiam diri sambil menunggu mangsa melintas di dekatnya. Dengan penglihatan yang tajam dan gerakan lidah yang cepat, kadal ini dapat menangkap sasaran dengan akurat tanpa harus banyak bergerak, sehingga energi mereka tetap terjaga selama berada di atas pohon.
Perilaku Tenang dan Tidak Agresif
Bell’s forest dragon dikenal memiliki sifat yang tenang dan tidak agresif. Mereka lebih mengandalkan kemampuan menyamar daripada melarikan diri saat merasa terancam. Sebagai hewan diurnal, mereka aktif di siang hari untuk mencari makan dan berjemur di bawah sinar matahari yang menembus celah pepohonan. Dalam hal reproduksi, betina akan menghasilkan 3 hingga 5 butir telur yang diletakkan di area lembap hingga menetas menjadi individu baru yang mandiri.




Menurut penilaian lembaga konservasi dunia IUCN, Bell’s forest dragon saat ini masih berstatus risiko rendah atau Least Concern. Meskipun populasinya di alam liar masih dianggap stabil, hilangnya luas hutan akibat aktivitas manusia tetap menjadi ancaman jangka panjang bagi kelestarian mereka.
7 Fakta Burung Pedendang, Hewan Langka yang Pernah Muncul di Sumatra
4 Hewan Langka yang Berhasil Ditemukan Kembali setelah Dianggap Punah
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











