Kritik terhadap Aksi Premanisme di Tanah Abang
Anggota DPRD DKI, Kevin Wu, menyoroti maraknya aksi premanisme di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ia menyatakan bahwa keberadaan preman di wilayah tersebut tidak hanya meresahkan masyarakat tetapi juga mencoreng citra Jakarta sebagai pusat ekonomi yang maju.
“Saya sangat menyayangkan jika premanisme masih terjadi di Jakarta. Fenomena ini sangat mengganggu dan merugikan masyarakat. Saya harap Pemprov DKI bisa memberikan perhatian serius dan segera mengatasinya,” ujarnya kepada Warta Kota, Minggu (12/4/2026).
Kevin meminta agar Pemprov DKI Jakarta lebih proaktif dalam menangani masalah ini, bukan hanya menunggu hingga kasus-kasus premanisme viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa masyarakat yang mengalami intimidasi dan pemerasan sudah merasa dirugikan sebelum kasus-kasus tersebut menjadi viral.
Sebagai informasi, di kawasan Tanah Abang dalam satu minggu terakhir viral aksi pemalakan terhadap pedagang bakso dan sopir bajaj. Para preman meminta uang keamanan sebesar Rp 100.000, dan jika tidak diberikan maka mereka melakukan aksi intimidasi.
Misalnya, seorang pedagang bakso yang viral mendapat perlakuan dari preman dengan memecahkan seluruh mangkok. “Seperti pedagang bakso kemarin. Itu kan ‘wong cilik’ yang harus berdagang untuk menafkahi diri dan keluarganya. Kita ini tidak tega melihat ‘wong cilik’ seperti itu dibuat lebih menderita lagi oleh praktik-praktik intimidasi dan pemerasan seperti terlihat dalam videonya,” jelasnya.
Menurut pria bersyal di leher itu, aksi premanisme di Jakarta ternyata tidak hanya terjadi pada tingkat kecil, tetapi juga skala yang lebih besar dan luas. Jika dibiarkan, hal ini akan berdampak pada daya beli para pedagang karena takut datang ke kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Premanisme ini ternyata juga tidak hanya dialami oleh pedagang-pedagang kecil saja. Tapi kita juga mengetahui ada banyak kejadian di mana seseorang yang ingin membuka usaha dimintai jatah macam-macam mulai dari jatah parkir, jatah pegawai, hingga lain-lain oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab,” jelas Kevin.
Ia menegaskan bahwa bagaimana bisnis di Jakarta ini bisa sehat dan berkembang jika kondisi seperti ini terus berlangsung. Investor dari luar pun akan enggan masuk, dan orang-orang yang ingin berusaha di Jakarta akan kecewa.
“Mimpi kota global akan terus menjadi mimpi kalau Pemprov DKI tidak berhasil mengatasi persoalan ini,” tambah pria yang idolakan Gus Dur.
Kevin meminta agar Pemprov DKI bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk menindak premanisme secara tegas. Tujuannya adalah memberikan ketenangan bagi masyarakat dan kepastian bagi pihak-pihak yang ingin berusaha secara jujur di Jakarta.
“Pemprov DKI perlu menegakkan hukum setegas-tegasnya, tidak memihak kepada siapapun itu. Khususnya terhadap premanisme, jangan sampai ada kekendoran atau malah perlakuan khusus. Pemprov DKI perlu hadir memberikan keamanan bagi para warga dan pengusaha yang ingin berusaha secara jujur,” imbuhnya.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang preman memecahkan mangkok tukang bakso di Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial pada Jumat (10/4/2026). Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info, terlihat pria berjaket biru dan celana pendek biru sedang memecahkan mangkok. Awalnya, pria bertopi tersebut mengambil setumpuk mangkuk dari gerobak bakso. Mangkuk-mangkuk itu kemudian dihantamkan satu sama lain hingga pecah satu per satu.
Usai video tersebut viral, Polsek Tanah Abang pun menangkap tiga pria yang diduga melakukan tindakan premanisme kepada pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang. Ketiga pria itu juga memalak sejumlah pedagang lain yang tidak terekam video hingga dilaporkan warga ke Polisi.










