"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

Bocah 6 Tahun Hilang di Kandangan Ditemukan Tim Penyelamat

Anak Usia Enam Tahun Ditemukan Selamat Setelah Hilang di Kandangan

Di wilayah Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel, seorang anak laki-laki berusia enam tahun yang berinisial G, sempat membuat kekhawatiran bagi warga setempat. Kejadian ini terjadi setelah si anak tidak pulang ke rumah pada malam hari.

Menurut informasi yang beredar, si anak meninggalkan rumah sekitar pukul 22.00 Wita, Sabtu (24/1/2026). Ia diperkirakan mengenakan baju coklat dan celana pendek biru. Informasi tentang hilangnya anak tersebut menyebar melalui Grup WhatsApp (GWA) relawan di wilayah HSS, Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 00.10 Wita.

Berdasarkan laporan tersebut, warga bersama dengan relawan gabungan dan petugas tim penyelamatan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar (Satpol PP dan Damkar) HSS melakukan pencarian. Pencarian dilakukan di berbagai lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian si anak.

Akhirnya, sekitar pukul 01.00 Wita dini hari, si anak berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Lokasi penemuan berada di sekitaran pertokoan. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Satpol PP dan Damkar HSS, Iwan Friady, saat dikonfirmasi.

“Benar. Ditemukan dengan kondisi selamat. Informasinya si anak ditemukan di bawah kolong meja di luar, sedang bermain hp,” kata Iwan saat dihubungi.

Pencarian dilakukan setelah menerima laporan dari grup WhatsApp Emergency HSS. Menurut kronologis tertulis dari Kasat Pol PP dan Damkar HSS, si anak diketahui terakhir bermain di sekitar rumah. Setelah menerima laporan, tim langsung menuju lokasi tempat anak diduga hilang dan segera melakukan pencarian/penyisiran bersama relawan gabungan, warga, dan pihak keluarga.

Berkat upaya gigih dari petugas relawan gabungan, bersama pihak keluarga, dan warga, akhirnya si anak dapat ditemukan.

Tips Mengantisipasi Anak Hilang

Beberapa pekan lalu, khususnya di Jakarta, berita tentang hilangnya Alma Aini Hakim (6) di kawasan Monas sempat membuat heboh publik. Beruntung, ia ditemukan setelah dirawat oleh keluarga yang baik hati.

Apa yang sebenarnya terjadi pada anak-anak seperti Alma? Kemampuan kognitif anak berkembang secara bertahap sesuai usianya. Misalnya, anak berusia 2 tahun biasanya mulai mempelajari lingkungan rumah, seperti ruang tamu dan kamar tidur. Di usia 3-4 tahun, anak belajar tentang lingkungan tetangga, dan di usia 5 tahun, mereka belajar tentang lingkungan rumah ke sekolah.

Anak juga belajar memahami orang-orang di sekitarnya, seperti orang tua, kakak, dan tante. Namun, situasi bisa lebih rumit ketika anak kehilangan orang tua atau orang yang mendampinginya di keramaian.

Adib Setiawan, MPsi, psikolog dari www.praktekpsikolog.com, Jakarta, menyarankan orangtua atau orang dewasa yang mendampingi anak untuk tetap berdiri di tempat semula karena seorang anak secara alamiah akan kembali ke tempat semula.

Biasanya, anak baru memahami langkah yang harus ia lakukan supaya tidak hilang ketika ia duduk di kelas IV SD. Ia sudah berpikir secara abstrak, bukan hanya simbol. Sebelum kelas IV SD atau di bawah 10 tahun, anak harus selalu berada di dekat orang tua, apalagi ketika di keramaian.

Ajarkan anak berkomunikasi dengan orang yang dikenal atau tidak dikenal, orang yang sepertinya bakal berbuat jahat atau tidak. “Kenalkan berbagai tipe dan profesi, seperti pengemis, petugas keamanan, dan pedagang, sehingga kemampuan kognitif dan wawasan terhadap lingkungannya berkembang,” jelas Adib.

Ketika tersesat, anak bisa melapor ke petugas keamanan. Orangtua juga harus selalu menjaga dan mengawasi anaknya, misalnya dengan menggandengnya atau berjalan di belakang anak supaya selalu terpantau. “Orangtua sebaiknya tidak menitipkan pengawasan anak ke orang lain karena pasti rasa pedulinya berbeda,” kata Adib.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *