"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Korban Longsor Majenang Dikunjungi Wamensos, Pastikan Perawatan dan Bantuan Terbaik

Kunjungan Wakil Menteri Sosial ke Korban Bencana Longsor di Majenang

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo melakukan kunjungan ke RSUD Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Minggu, 16 November 2025. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meninjau para korban bencana tanah longsor yang masih menjalani perawatan setelah kejadian tersebut terjadi pada Kamis, 13 November 2025 malam.

Saat ini, masih ada empat penyintas longsor yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut. Dari keempat korban tersebut, dua di antaranya adalah anak-anak dan dua lainnya adalah orang dewasa. Semua korban mengalami luka akibat reruntuhan bangunan saat tanah longsor terjadi. Namun, kondisi mereka saat ini sedang dalam proses pemulihan.

Dalam keterangannya, Agus Jabo menyampaikan bahwa hingga hari keempat operasi pencarian, masih terdapat 12 warga yang belum ditemukan oleh tim SAR gabungan. Ia juga menyebutkan bahwa dari keempat pasien yang dirawat di rumah sakit, salah satu anak mengalami dislokasi kaki dan telah mendapatkan tindakan medis. Sementara itu, dua korban dewasa dalam kondisi stabil meski masih menjalani observasi lanjutan.

“Mereka kuat meskipun sebagian anggota keluarga mereka masih dinyatakan hilang. Kita berharap yang belum ditemukan segera bisa diketemukan dengan sinergi semua komponen,” ujarnya.

Bantuan Sosial bagi Korban dan Ahli Waris

Wamensos menegaskan bahwa Kementerian Sosial akan memberikan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia dan bantuan bagi warga yang mengalami luka-luka. “Yang jelas Kemensos memberikan dukungan terhadap ahli waris yang meninggal dunia per jiwa Rp15 juta dan luka-luka dibantu Rp5 juta,” kata Agus Jabo.

Selain itu, Kemensos juga telah mengoperasikan dapur umum serta memperkuat dukungan logistik dan kebutuhan permakanan bagi warga terdampak di lokasi pengungsian. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Agus Jabo menambahkan bahwa pada hari yang sama, Gubernur Jawa Tengah dijadwalkan memimpin rapat bersama Forkopimda untuk mengevaluasi masa tanggap darurat selama dua minggu di wilayah bencana Majenang. Pembahasan diperkirakan juga menyangkut penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan rumah.

Penanganan Bencana Secara Terkoordinasi

Wamensos menegaskan bahwa penanganan bencana longsor Majenang dilakukan secara terkoordinasi bersama Basarnas, BNPB, TNI-Polri, dan Kementerian PUPR. Ia menuturkan bahwa Presiden memberikan instruksi agar proses pencarian dan pertolongan dilakukan dengan seluruh kekuatan yang tersedia.

“Presiden memerintahkan agar pencarian korban diutamakan. Karena itu, semua elemen bersinergi supaya penanganan korban longsor di Majenang bisa segera selesai,” tegasnya.

Hingga hari keempat operasi SAR, masih terus dilakukan untuk menemukan 11 warga yang dilaporkan hilang. Tim SAR sudah menemukan 12 korban dalam keadaan meninggal dunia. Sementara pemerintah memastikan pemenuhan dukungan sosial bagi penyintas dan keluarga korban.

Imbauan untuk Waspada

Wamensos mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem di wilayah Cilacap bagian barat.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *