Bagaimana Dokter Menentukan Anak Mengalami Obesitas?
Anak yang mengalami obesitas dapat dideteksi melalui beberapa parameter dan metode pengukuran. Salah satu cara yang umum digunakan adalah dengan menggunakan kurva pertumbuhan, khususnya standar dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention). Selain itu, dokter juga bisa menghitung indeks massa tubuh (Body Mass Index/IMT) anak berdasarkan berat badan dan tinggi badan.
IMT per usia menjadi salah satu indikator utama untuk menilai apakah seorang anak termasuk dalam kategori overweight atau obesitas. Untuk anak yang memiliki IMT antara +2 hingga +3 di atas rata-rata, maka mereka dianggap overweight. Namun, jika IMTnya melebihi +2 dari standar deviasi, maka anak tersebut sudah dikategorikan sebagai obesitas.
Secara kasat mata, anak yang mengalami obesitas cenderung terlihat gemuk, dengan bentuk pipi yang chubby dan leher yang pendek. Meskipun terlihat gemuk, bukan berarti semua anak yang gemuk pasti mengalami obesitas. Karena itu, penting untuk memahami proporsi tubuh masing-masing anak melalui penilaian medis yang tepat.
Rentang Berat Badan Ideal Anak Sesuai Rekomendasi Kementerian Kesehatan RI
Obesitas tidak hanya menjadi masalah pada orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak. Kondisi ini terjadi ketika berat badan berlebih disebabkan oleh penumpukan lemak di dalam tubuh. Jika tidak dikendalikan, obesitas pada anak dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi.
Untuk mencegah kondisi ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan rekomendasi mengenai rentang berat badan ideal untuk anak-anak berdasarkan usia. Berikut adalah panduan berat badan ideal sesuai usia:
- Usia 1 tahun
- Perempuan: 7–11,5 kg
-
Laki-laki: 7,7–12 kg
-
Usia 2 tahun
- Perempuan: 9–14,8 kg
-
Laki-laki: 9,7–15,3 kg
-
Usia 3 tahun
- Perempuan: 10,8–18,1 kg
-
Laki-laki: 11,3–18,3 kg
-
Usia 4 tahun
- Perempuan: 12,3–21,5 kg
-
Laki-laki: 12,7–21,2 kg
-
Usia 5 tahun
- Perempuan: 13,7–24,9 kg
- Laki-laki: 14,1–24,2 kg


Profil Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A
dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A, adalah seorang dokter spesialis anak yang kini berpraktik di RS UNS Sukoharjo. Ia lulus SMA melalui program akselerasi di SMA Negeri 1 Surakarta. Minatnya terhadap dunia kedokteran membuatnya memilih Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Setelah menyelesaikan studi dokter umum, ia melanjutkan pendidikan spesialis anak. Selama masa studinya, dr. Aisya aktif sebagai asisten dosen dan peneliti. Pengalaman kerjanya sangat beragam, mulai dari menjadi dokter intern di RSUD Pandanarang Boyolali dan Puskesmas Boyolali II, hingga bekerja sebagai dokter umum di berbagai institusi seperti Klinik Kimia Farma Adi Sucipto dan RS UNS.
Pada tahun 2023, ia pernah bekerja di RSU Asy Syifa Sambi Boyolali. Setelah itu, ia bergabung dengan RS UNS Sukoharjo sebagai dokter spesialis anak, serta menjadi dosen dan staf pengajar hingga saat ini. dr. Aisya juga aktif memberikan edukasi kesehatan anak melalui media sosial miliknya @dr.aisyafik.
Vitamin untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak
Fitkom HI-C Tablet Hisap adalah multivitamin lengkap dengan rasa yang enak yang disukai anak-anak. Multivitamin ini mengandung vitamin, mineral, buah, dan sayur yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan serta menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Produk ini tersedia dalam bentuk tablet hisap dan gummy yang mudah dikonsumsi oleh anak-anak. Dengan kandungan yang lengkap, Fitkom HI-C menjadi pilihan yang baik untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











