Tanda-Tanda Kucing Sedang Mengalami Birahi
Kucing merupakan hewan peliharaan yang memiliki naluri alami untuk berkembang biak. Hal ini menyebabkan mereka mengalami siklus birahi atau fase estrus. Siklus ini adalah hal yang wajar karena kucing, seperti makhluk hidup lainnya, membutuhkan tahap reproduksi dalam kehidupannya.
Saat sedang birahi, kucing akan menunjukkan perubahan perilaku yang cukup mencolok. Mereka bisa terlihat lebih aktif, sering mengeong, dan bahkan cenderung agresif. Perubahan ini bisa sangat mengganggu pemilik jika tidak diketahui dan dikelola dengan baik. Berikut beberapa tanda-tanda kucing sedang mengalami birahi yang perlu diketahui oleh setiap pemilik:
1. Usia Kucing yang Sudah Matang
Pada umumnya, kucing betina akan mengalami siklus birahi pertama kali pada usia 6-10 bulan, sedangkan kucing jantan biasanya mulai matang pada usia 10-12 bulan. Jika kucing sudah pernah mengalami siklus birahi, itu berarti organ reproduksinya sudah matang dan siap untuk kawin. Siklus birahi pada kucing bisa terjadi sebulan sekali atau dua sampai tiga bulan sekali, dengan durasi sekitar 4-5 hari. Pemilik perlu memperhatikan cara merawat kucing saat birahi agar mereka tetap nyaman dan tidak stres.
2. Mengeong dengan Suara Keras
Salah satu tanda paling jelas dari kucing yang sedang birahi adalah peningkatan frekuensi dan intensitas mengeong. Kucing akan terdengar mengeong lebih keras dan lebih panjang daripada biasanya. Tujuan dari perilaku ini adalah untuk menarik perhatian kucing lawan jenis di sekitar rumah. Sayangnya, perilaku ini tidak mengenal waktu, sehingga bisa mengganggu penghuni rumah, termasuk saat tidur di malam hari.

3. Menyemprotkan Urine di Sembarang Tempat
Perilaku spraying atau menyemprotkan urine di tempat-tempat tertentu sering dikaitkan dengan kucing jantan yang sedang birahi. Namun, kucing betina juga bisa melakukan hal ini. Tujuannya adalah untuk memberi tahu kucing lain bahwa dirinya sedang birahi dan siap kawin. Meski bertujuan komunikasi, perilaku ini sering menjadi masalah bagi pemilik karena bau tak sedap yang muncul di dalam rumah. Sebaiknya segera bersihkan area yang terkena urine kucing.

4. Berusaha Menarik Perhatian Pemilik
Kucing yang sedang birahi sering mencari perhatian pemiliknya. Mereka bisa mendekat dan mengusap tubuhnya ke kaki sang pemilik, menunjukkan gestur ingin dielus. Jika pemilik melakukannya, kucing betina akan bereaksi dengan menaikkan tubuh belakang dan mengangkat ekornya—posisi ideal saat kucing betina melakukan perkawinan.

5. Berguling-guling di Lantai
Beberapa kucing yang sedang mengalami siklus birahi akan merendahkan tubuh ke lantai, berguling-guling, dan mengerang seperti sedang kesakitan. Perilaku ini wajar selama masa birahi dan bukan tanda gangguan kesehatan. Namun, jika perilaku ini terus-menerus dan diikuti gejala lain seperti demam atau muntah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter hewan.

6. Menggaruk Tubuh di Furnitur Rumah
Kucing birahi sering mencari cara untuk melepaskan hasratnya dengan menggaruk tubuh di dinding atau furnitur rumah seperti sofa, lemari, atau kaki meja. Hal ini sering diikuti dengan perilaku spraying. Oleh karena itu, pemilik perlu rajin membersihkan sisa urine kucing yang mungkin menempel di furnitur rumah.

7. Berupaya Melarikan Diri dari Rumah
Kucing yang biasanya tinggal di dalam rumah bisa menunjukkan perilaku ingin keluar saat sedang birahi. Mereka akan berdiri di dekat pintu atau jendela dan berusaha keluar dengan menggaruk area sekitarnya. Tujuan mereka adalah mencari kucing lawan jenis di luar rumah. Jika dibiarkan bebas, kucing bisa lebih lama bermain di luar dan bahkan menghilang untuk sementara waktu.

8. Menjilat Tubuh Berlebihan
Perilaku menjilat tubuh atau grooming yang berlebihan bisa menjadi tanda kucing sedang birahi. Khususnya pada kucing betina, mereka akan sering menjilat bagian tubuh tertentu, terutama area sekitar organ reproduksinya. Hal ini disebabkan oleh rasa tidak nyaman akibat pembengkakan selama siklus birahi.

9. Menaikkan Tubuh Belakang
Kucing betina yang sedang birahi bisa tiba-tiba menaikkan tubuh belakangnya, baik dengan atau tanpa rangsangan. Perilaku ini merupakan tanda paling mencolok dan sekaligus mengundang kucing jantan untuk berkawin.

10. Bagian Ekor Melengkung
Selain menaikkan tubuh belakang, kondisi ekor kucing yang melengkung juga bisa menjadi respons saat mereka sedang dalam masa birahi. Ekor bisa melengkung ke atas atau ke samping, tergantung jenis kelamin kucing.

11. Tak Pulang ke Rumah untuk Beberapa Saat
Kucing jantan yang sering dibiarkan keluar rumah biasanya tidak pulang selama beberapa hari saat sedang birahi. Mereka sedang mencari betina idamannya di sekitar rumah. Pemilik tidak perlu khawatir karena kucing biasanya akan kembali ke rumah setelah proses pencarian selesai.

12. Mudah Marah
Kucing betina yang sedang birahi bisa menunjukkan perubahan sifat yang signifikan. Mereka bisa menjadi lebih pasif, tidak peduli, atau bahkan agresif. Kucing yang biasanya manja bisa marah saat disentuh, dan bahkan bisa melukai anggota tubuh manusia dengan cakaran. Perilaku ini juga bisa terjadi terhadap kucing lain yang mendekatinya.

Itulah beberapa tanda-tanda kucing sedang mengalami siklus birahi. Untuk menghentikan masa birahi, pemilik bisa mengawinkan kucing tersebut dengan lawan jenisnya. Namun, proses ini bisa membuat kucing betina hamil. Jika ingin mencegah kehamilan, disarankan untuk melakukan kebiri atau sterilisasi kucing.











