Komitmen RSUD Depati Bahrin dalam Transformasi Kesehatan
RSUD Depati Bahrin, sebuah rumah sakit di Sungailiat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), telah menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Transformasi ini mencakup berbagai program kesehatan penting seperti kanker, jantung, stroke, urologi-nefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mengurangi beban pasien yang harus dirujuk ke luar daerah.
Direktur RSUD Depati Bahrin, dr Yogi Yamani, menjelaskan bahwa transformasi kesehatan ini dilakukan setelah adanya pemetaan tren penyakit di masyarakat. “Tren penyakit di Indonesia saat ini sudah berubah dari penyakit infeksi ke penyakit yang bersifat metabolisme atau penyakit katastropik,” ujarnya.
Pada era 1970-an hingga 1990-an, penyakit-penyakit seperti malaria, tipes, hepatitis, dan TBC masih sering terjadi. Namun, saat ini, kondisinya mulai bergeser ke penyakit katastropik seperti kanker, jantung, stroke, urologi-nefrologi, dan kesehatan ibu dan anak. Untuk mendukung program ini, Kemenkes RI telah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk alat kesehatan, sarana, prasarana, dan sumber daya manusia (SDM).
Kolaborasi dalam Pemenuhan Sarana dan Prasarana
Pemenuhan sarana dan prasarana dalam program transformasi digital ini dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan rumah sakit. Termasuk dalam hal penyiapan SDM seperti dokter spesialis, dokter subspesialis, dokter fellow spesialis, serta tenaga keperawatan yang memerlukan pelatihan khusus.
“Namun untuk alat kesehatannya, ini disiapkan dan dihibahkan langsung oleh Kemenkes RI secara langsung,” jelas Yogi Yamani.
RSUD Depati Bahrin ditetapkan oleh Menteri Kesehatan sebagai rumah sakit pelaksana program KJSU-KIA di level madya. Oleh karena itu, berbagai alat kesehatan yang sudah dipetakan kebutuhannya sejak tahun 2024 tersebut direncanakan bakal ditempatkan di RSUD Depati Bahrin pada tahun 2026 ini.
Alat Kesehatan yang Disediakan
Salah satu alat kesehatan yang akan ditempatkan adalah cath lab atau laboratorium kateterisasi yang digunakan untuk penyakit kanker, jantung, dan stroke. Alat ini bisa digunakan untuk menyelamatkan nyawa pasien yang mengalami serangan jantung mendadak dengan pemasangan ring sebelum tindakan definitif seperti operasi bypass jantung.
Bagi pasien yang mengalami stroke dan penyumbatan di pembuluh darah otak, alat cath lab juga dapat memungkinkan pemasangan ring di pembuluh darah otak sehingga aliran darah otak kembali normal, mencegah pasien menjadi lumpuh atau meninggal.
Selain itu, alat cath lab juga bisa digunakan untuk pencucian atau pembersihan otak melalui tindakan-tindakan radio intervensi. “Nah itu kegunaan dari alat cath lab tadi, jadi bisa dokter jantung yang menggunakan, dokter radiologi dan dokter saraf yang menggunakan. Bahkan dokter bedah jantung yang sudah kita punyai sekarang pun bisa menggunakan itu apabila kasus-kasusnya tidak memerlukan operasi terbuka,” tambahnya.
Pengembangan Layanan Kesehatan Lainnya
Selain cath lab, RSUD Depati Bahrin juga rencananya akan menerima alat kesehatan berupa CT Scan untuk menunjang program KJSU-KIA. “Kedua alat ini (cath lab dan CT scan) mudah-mudahan di pertengahan tahun ini alat-alat tersebut sudah bisa uji fungsi dan dipergunakan,” jelas Yogi Yamani.
RSUD Depati Bahrin juga sedang menyiapkan pelayanan kesehatan kemoterapi untuk pengobatan kanker sebagai bagian dari program KJSU-KIA. Ruangan untuk peralatan dan handling obat-obat kemoterapi telah disiapkan, tinggal menunggu alat kesehatannya dari Kemenkes RI.
Sementara itu, laboratorium patologi anatomi juga sedang disiapkan untuk pemeriksaan pasien yang mengalami berbagai kondisi, seperti memeriksa penyakit tumor apakah termasuk tumor ganas atau jinak. “Itu namanya pemeriksaan imunohistokimia (IHK) di laboratorium patologi anatomi. Dan selama ini kita selalu mengirim ke laboratorium luar seperti RSUP Babel dan RS Siloam,” ungkapnya.
Dengan adanya laboratorium patologi anatomi, RSUD Depati Bahrin dapat mendukung laboratorium tersebut untuk kemoterapi. Tujuannya adalah untuk mengurangi angka kesakitan, mencegah kematian, dan mengurangi angka rujukan ke rumah sakit luar atau ke luar Pulau Bangka.
Visi RSUD Depati Bahrin
Yogi Yamani berharap, RSUD Depati Bahrin menjadi rumah sakit yang one stop service, sehingga tidak perlu lagi merujuk pasien. “Karena kalau dirujuk ke luar Pulau Bangka ini bebannya luar biasa, baik bagi pasien maupun keluarganya,” tambahnya.











